Pages

Kamis, 22 November 2012

Tiadalah Aku!

Aku adalah sebab, sebab mengapa engkau begitu
Aku adalah alasan, alasan mengapa engkau begitu
Ini bukan musibah, takdir, ataupun nasib
Tapi ini apa?

Bukanlah kamu yang patut untuk disalahkan
Sebab akulah yang pntas

Saat mawar tak lagi semerbak
Saat embun tak lagi sejuk
Tabir terbuka, alasan, sebab akan terungkap
Ketika itu hanya ada engkau!
TIADALAH AKU!

Kamis, 11 Oktober 2012

Renungkan...

1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.



5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa

Maknai Hidup Dengan Bijak

Diam itu emas, tetapi ada saatnya diam tidak selalu emas
Jujur itu baik, tetapi ada saatnya jujur tidak selalu baik
Gagal itu terpuruk, tetapi ada saatnya gagal tidak selalu terpuruk

Cinta itu indah, tetapi ada saatnya cinta tidak selalu indah
Mengalah itu lemah, tetapi ada saatnya mengalah tidak selalu lemah
Mimpi itu khayalan, tetapi ada saatnya mimpi tidak selalu khayalan

Uang itu segalanya, tetapi ada saatnya uang tidak selalu segalanya
Dunia itu kejam, tetapi ada saatnya dunia tidak selalu kejam
Kaya itu keinginan, tetapi ada saatnya kaya tidak selalu keinginan

Pada waktu tertentu, segala sesuatu yang awalnya kita terka benar tidak selalu demikian. Ada saatnya dimana kita melakukan sesuatu atau menilai orang lain meleset dari “rumus”. Untuk itu, mari gunakan pemberian-Nya untuk mengenali waktu/situasi dan mengetahui sikap yang harus kita lakukan agar kita tidak terpatok pada “rumus” kehidupan yang sudah melekat di alam sadar kita atau bahkan alam bawah sadar kita.

Kamis, 07 Juni 2012

RINDU TAK SAMPAI

Bersama alam ku tulis sebuah catatan kecil
Catatan tentang perasaan ku 
Dibawah sinar sang bulan
Berkawan semilir angin malam
Disaksikan bintang-bintang

Terdengar alunan simphony
Menambah remuknya perasaan ku malam itu
Semakin lama, semakin jelas
Semakin kuat pula rasa itu

Detik silih berganti
Hanya satu kata dan satu nama yg mampu tertulis
Cukuplah kata itu mewakili segalanya
Tentang perasaanku
Tentang sebuah kerinduan
Rindu yang tak sampai.

Kamis, 19 April 2012

KAMU, AKU, KAU, KITA, KALIAN, MEREKA dalam goresan-KU

Kamu, adalah secercah tulisan yang tak berarti tapi bermakna. Hanya berawal dari sebuah goresan-goresan kasar yang tidak mempunyai tujuan, hingga akhirnya membentuk sebuah cerita.


Kamu, berasal dari ide-ide yang selaras dengan realita yang ada. Tidak mengada-ada! Sehingga menjadi sebuah kebenaran, yang terurai halus dalam sebuah tulisan.
Kamu, menjadi sebuah cerita yang indah. Menjadi makna tersendiri dari setiap yang membacamu. Mereka bebas, lepas dalam mengartikan mu.  Tidak ada batasan dalam hal itu.

Hingga disuatu senja yang indah, aku mencoba untuk berkenalan denganmu. Detik demi detik waktu bergulir, hingga aku mampu mengenalimu lebih dalam lagi.
Deretan kata yang indah, ku untai dan ku jadikan sebuah kisah. Kisah dimana aku menjadi peran utama di dalamnya, dan kalian adalah peran kesekian di dalamnya. Aku memang egois, aku memang naif. Hanya saja, ada makna tersirat yang kalian tidak ketahui, yang mampu mengubah posisi dan menjadikan kalian sebagai peran utama dalam kisah yang ku tulis.

Kalian, adalah sahabat. Kalian, adalah keluarga. Kalian, adalah kekasih. Dan kalian, adalah AKU !

Kita, satu dalam perbedaan. Beda dalam persatuan. Namun, tak ada tabir, tak ada jurang. Yang ada hanya tali. Yang akan mengikat, antara kau dan aku, KITA !
Aku bukan ingin dimengerti, tapi belajar untuk mengerti mu. Karena KITA tak akan ada tanpa pengertian antara KAU dan AKU.

Jalanmu, memang bukan jalanku. Tetapi, KITA beriringan. Berjalan berdampingan, bersama dalam sebuah perbedaan.

Ingatlah kawan, beda itu bukan jembatan pemisah. Tapi beda adalah jembatan penyatu. Indahnya saat kita seperti pelangi, berbeda, berdampingan, dan bersatu. 
Dan saat KITA abadi seperti pelangi, maka KALIAN telah menjadi KAMU ! abadi dalam tiap-tiap goresan tak bermaknaku.