Pages

Sabtu, 16 April 2011

Untuk Temanku yang Miskin

Tidakkah kamu tahu, temanku yang miskin, bahwa kemiskinan yang menderamu justru adalah yang mengilhami kamu dengan pengetahuan tentang keadilan dan membuat kamu mampu melihat esensi kehidupan, maka kamu akan merasa cukup dengan takdir yang ditetapkan Tuhan. 

Aku katakan "pengetahuan tentang keadilan" karena dengan kekayaannya, si kaya tidak memperhatikan pengetahuan ini. Dan aku katakan "esensi kehidupan" karena yang kuat dialihkan perhatiannya dari pengetahuan karena mengejar kejayaan. Maka berbahagialah dalam keadilan, karena kamu adalah lidahnya, dan dalam kehidupan, karena kamu adalah bukunya. Bergembiralah, karena kamu suumber kebajikan bagi mereka yang dermawan kepadamu dan pemberi kebajikann kepada mereka yang menyalami tanganmu.

Jika kamu paham, temanku yang memelas, bahwa beban - beban yang telah mengalahkan dirimu adalah kekuatan yang sama yang menerangi hatimu dan meninggikan jiwamu dari lantai ejekan ke langit - langit kehormatan, maka kamu akan puas dengan keadaanmu dan akan menerima susah senangnya sebagai pendidikanmu. Kamu akan mengetahui bahwa kehidupan adalah rantai dengan kaitan - kaitan, sebagian terjalin dengan rantai - rantai lainnya, dan bahwa kesedihan adalah kait emas yang memisahkan penerimaan terhadap akibat - akibat dari masa kini dari kenikmatan atas kesenangan - kesenangan masa depan, seperti pagi yang memisahkan tidur dari bangun.

Temanku, kemiskinan membuka kemuliaan jiwamu, dan kemewahan membuka kecendrungan - kecendrungan melakukan kesalahn. kesedihan membuat emosi menjadi nikmat, sementara kesenangan mengotorinya. Karena manusia masih menggunakan kekayaan dan kesenangan sebagai sarana menuju suukses, seperti juga mereka melakukan kejahatan atas nama Kitab yang melarangnya, dan melakukan atas nama kemanusiaan apa - apa yang dilarang oleh kemanusiaan.

Seandainya kemiskinan bisa dihapus dan kesedihan dihilangkan, maka jiwa akan menjadi gulungan kertas kosong kecuali beberapa huruf yang menandakan egoisme dan kegemaran kepada kemewahan dan kata - kata yang menunjukkan nafsu duniawi. Karena aku melihat, dan menemukan ketuhanan, esensi kemanusiaan dalam umat manusia yang tidak bisa dibeli dengan emas, atau dihiasi dengan nafsu - nafsu kaum foya - foya. Aku berpikir dan melihat mereka yang kaya menjauhi ketuhanan mereka, dan menjaga kekayaan mereka dan para budak zaman membuang diri ilahiah mereka untuk mengikuti nafsu - nafsu mereka.

Teruntuk sang Pecinta

Terkadang cinta sukar untuk berbicara
Terkadang cinta malu untuk menampakkan dirinya
Terkadang cinta jarang berkata jujur
Terkadang cinta tak rela melepaskan

Cinta berkata "iya" meski perih
Cinta berkata "tidak" meski pilu
Cinta pandai memutar fakta
Cinta pandai menutupi fakta

Cinta bukan berpura-pura
Cinta bukan bermain-main

Hiruk pikuk cinta tidak dapat ku jelaskan
Seluk beluk cinta tidak dapat ku tuturkan
Sekelumit cinta pun tidak mampu ku paparkan

Cinta begitu sulit
Cinta tak terlihat, tapi dirasa
Cinta tak berbicara, tapi di dengar

Dengarkan lah, rasakanlah !
Karena cinta bukan untuk di katakan !
Karena cinta bukan untuk di tuliskan !


Tragedi Ruangan Sejuk

tertunduk
bersama seorang sahabat
tertunduk
bukan karena berkabung
tapi tertunduk
karena energi yang terkuras
sehabis menyelesaikan formalitas kami sebagai mahasiswa/i


tidak ada yang mau mengerti

tidak ada yang mau memahami
mereka cuma sibuk berbicara tentang sesuatu
sesuatu hal yang membuat kami jenuh


ruangan sejuk

mengantar kami ke alun-alun mimpi
ditengah kerumunan orang yang membicarakan sesuatu
entah apa itu ?


ada yang sibuk dengan handphone nya

ada yang sibuk dengan novel nya
ada yang sibuk dengan gossip nya
ah, kami tidak seperti itu !
kami butuh istirahat,
keluhan kampung tengah mulai mericuh
tetap tidak ada yang mengerti


apa yang harus kami lakukan ?

memberontak ?
diam ?


dan rasanya alternatif yang kami pilih tepat,

tetap diam, tetap sabar !

Catatan Kecil untuk Dosen-ku !


Sudut kelas, sendiri dipojok. Berkawan bangku-bangku kosong dan jendela. Dihadapanku, kawan-kawan yang sibuk dengan pena mereka. Sibuk menyalin apa yang dilukiskan oleh sang dosen. Dan, lagi- lagi tidak mengerti ! Bapak dengan batik hitam, rambut beruban, dan kacamata yang setia menemaninya. Berceloteh seakan perhatian tertuju padanya. Sayang, yang kasat oleh mataku, tak ada yang memperhatikan. Mereka sibuk dengan cerita-cerita mereka, membuka forum dalam forum, cengar cengir cengengesan sana sini.
Zaman sekarang, Sang Pahlawan tanpa Tanda Jasa diabaikan oleh mahasiswanya. Mereka tak haus ilmu, Pak ! Mereka tak lagi butuh ilmu, Pak ! Buat apa ilmu itu ? Ijazah saja bisa dibeli ! Siapa yang berduit, dia yang berkuasa !
Barisan depan agaknya sedikit faham. Tapi, macam saya yang dipojok kelas ? akankah mengerti ? Adalah suatu berkah seandainya saja bisa mengerti. Cahaya matahari yang terbias ke papan tulis kaca dalam bangunan megah ini membuatku semakin tidak mampu.
Maafkan saya, Pak !
Bukannya tidak memperhatikan, bukannya tidak peduli. Tapi, keadaan yang memaksaku, hingga tidak mampu mengerti.
Pak, ku torehkan pena dalam catatan kecilku, sebagai bentuk penyesalan, sebagai bentuk kasih sayangku.
Maaf, Pak !
Bukan tidak mau tau,
Tapi, dalam tulisanku ini, mewakiliku, mewakili kawan-kawan yang belum bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, ilmu yang kau suapkan pada kami.

Selasa, 12 April 2011

Jumat, 15 April 2011

Mahadewa, Mahadewi, dari Sang Pencipta cinta !

Adalah sebuah kebahagiaan dapat dipersatukan disebuah senja, bersamamu Sang Mahadewa ! 
Adalah sebuah kebahagiaan dapat memanjatkan harapan kepadaNya dalam sebuah janji bersama !
Adalah sebuah kebahagiaan dapat menyatukan perbedaan dalam sebuah ikatan kasih sayang !
Adalah sebuah kebahagiaan dapat mengukir kisah dalam satu sejarah hidup kita !

Jika suatu saat nanti terpisah sebelum ajal
Jika suatu saat nanti badai menghalau kerasnya karang
Jika suatu saat nanti hujan turun tak hentinya
Jika suatu saat nanti waktu tak terarah lagi
Kita adalah goresan kisah dalam kitab cinta Sang Pencipta

Jangan lupakan !
Jangan hilangkan !
Sebab, 
Cinta bukan melupakan 
Sebab,
Cinta tak untuk dihilangkan
Kenanglah selalu dalam setiap hembusan nafas hangatmu !

Cinta tak memaksa untuk termiliki
Cinta tak meminta untuk dimiliki
Karena cinta sebuah keikhlasan dalam ketulusan
Karena cinta adalah fitrah, yang hakiki !

Tetaplah menjadi Mahadewaku !
Jadikanlah aku Mahadewimu !