Pages

Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 April 2011

Mahadewa, Mahadewi, dari Sang Pencipta cinta !

Adalah sebuah kebahagiaan dapat dipersatukan disebuah senja, bersamamu Sang Mahadewa ! 
Adalah sebuah kebahagiaan dapat memanjatkan harapan kepadaNya dalam sebuah janji bersama !
Adalah sebuah kebahagiaan dapat menyatukan perbedaan dalam sebuah ikatan kasih sayang !
Adalah sebuah kebahagiaan dapat mengukir kisah dalam satu sejarah hidup kita !

Jika suatu saat nanti terpisah sebelum ajal
Jika suatu saat nanti badai menghalau kerasnya karang
Jika suatu saat nanti hujan turun tak hentinya
Jika suatu saat nanti waktu tak terarah lagi
Kita adalah goresan kisah dalam kitab cinta Sang Pencipta

Jangan lupakan !
Jangan hilangkan !
Sebab, 
Cinta bukan melupakan 
Sebab,
Cinta tak untuk dihilangkan
Kenanglah selalu dalam setiap hembusan nafas hangatmu !

Cinta tak memaksa untuk termiliki
Cinta tak meminta untuk dimiliki
Karena cinta sebuah keikhlasan dalam ketulusan
Karena cinta adalah fitrah, yang hakiki !

Tetaplah menjadi Mahadewaku !
Jadikanlah aku Mahadewimu !

Kamis, 10 Maret 2011

Sebuah Kata yg Ingin Ku Ucap !

Makassar,
March 10th, 2011.

Tanpa kata pembuka, sudah di buka !

Ayah !
Sebuah tulisan teruntuk kalian. sebagai salam hormat anakmu yang selalu mencintai mu ! Ayah, yang mungkin saat ini sedang duduk di dipan rumah di kampung halaman, melihat langit sore. ku tahu kalau engkau lelah, Ayah ! ingin rasanya memijat punggung mu, bercerita tentang kejadian disekolah tadi, "Ayah ! tadi nilai ku bagus lho ! 80, ayah. terbaik di antara teman - teman ku !". Engkau pasti menjawab, "Alhamdulillah, belajar yang baik, nak ! kelak kau akan jadi kebanggan ayah !". Sayang, itu hanya ilusi ku ! Kau disana, aku disini. Ayah, tahu tidak ? disini yang terpikir hanya jerih payah mu. menguras keringat ! Demi aku dan adikku. Senyum itu, yah senyum itu, senyum yang selalu ku rindukan. Setiap sujudku, terbayang senyummu, Ayah !

Ayah !
Apa pantas aku disebut telah berbakti ? Apa layak aku di sebut anak keBanggaanmu ? Jawab, Ayah ! takut membuattmu kecewa. Itu motivasi ku, Ayah. Jauh darimu membuatku sadar, yang dulunya senang bermanja denganmu, kini harus MANDIRI ! akan ku buktikan, Ayah ! Saya pantas di sebut keBangaanmu !

Ayah !
Ada untaian kata yang tak mampu ku ucap langsung di depanmu ! Bukan karena gengsi, atau karena malu. Tapi karena tak mampu aku melihat AIR MATAMU, Ayah !
Untaian ucap TERIMA KASIHKU ayah, hingga menjelang usiaku 19 nanti, engkau masih berjuang untuk anakmu, anakmu yang MANJA ini. I Love You, Dady !

Beruntungnya aku punya Ayah, sosok PAHLAWAN sepertimu ! petuah, nasehat, pesan, dan amanahmu akan ku dengar, Ayah. takkan ada kata KECEWA buatmu.

Tetes keringatmu tak mampu ku balas, Ayah ! Maavkan aku, yang ku bisa hanya berbakti padamu, Ayah.

U Always In My Heart, Papa !