Pages

Kamis, 11 Oktober 2012

Renungkan...

1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.



5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa

Maknai Hidup Dengan Bijak

Diam itu emas, tetapi ada saatnya diam tidak selalu emas
Jujur itu baik, tetapi ada saatnya jujur tidak selalu baik
Gagal itu terpuruk, tetapi ada saatnya gagal tidak selalu terpuruk

Cinta itu indah, tetapi ada saatnya cinta tidak selalu indah
Mengalah itu lemah, tetapi ada saatnya mengalah tidak selalu lemah
Mimpi itu khayalan, tetapi ada saatnya mimpi tidak selalu khayalan

Uang itu segalanya, tetapi ada saatnya uang tidak selalu segalanya
Dunia itu kejam, tetapi ada saatnya dunia tidak selalu kejam
Kaya itu keinginan, tetapi ada saatnya kaya tidak selalu keinginan

Pada waktu tertentu, segala sesuatu yang awalnya kita terka benar tidak selalu demikian. Ada saatnya dimana kita melakukan sesuatu atau menilai orang lain meleset dari “rumus”. Untuk itu, mari gunakan pemberian-Nya untuk mengenali waktu/situasi dan mengetahui sikap yang harus kita lakukan agar kita tidak terpatok pada “rumus” kehidupan yang sudah melekat di alam sadar kita atau bahkan alam bawah sadar kita.

Kamis, 07 Juni 2012

RINDU TAK SAMPAI

Bersama alam ku tulis sebuah catatan kecil
Catatan tentang perasaan ku 
Dibawah sinar sang bulan
Berkawan semilir angin malam
Disaksikan bintang-bintang

Terdengar alunan simphony
Menambah remuknya perasaan ku malam itu
Semakin lama, semakin jelas
Semakin kuat pula rasa itu

Detik silih berganti
Hanya satu kata dan satu nama yg mampu tertulis
Cukuplah kata itu mewakili segalanya
Tentang perasaanku
Tentang sebuah kerinduan
Rindu yang tak sampai.

Kamis, 19 April 2012

KAMU, AKU, KAU, KITA, KALIAN, MEREKA dalam goresan-KU

Kamu, adalah secercah tulisan yang tak berarti tapi bermakna. Hanya berawal dari sebuah goresan-goresan kasar yang tidak mempunyai tujuan, hingga akhirnya membentuk sebuah cerita.


Kamu, berasal dari ide-ide yang selaras dengan realita yang ada. Tidak mengada-ada! Sehingga menjadi sebuah kebenaran, yang terurai halus dalam sebuah tulisan.
Kamu, menjadi sebuah cerita yang indah. Menjadi makna tersendiri dari setiap yang membacamu. Mereka bebas, lepas dalam mengartikan mu.  Tidak ada batasan dalam hal itu.

Hingga disuatu senja yang indah, aku mencoba untuk berkenalan denganmu. Detik demi detik waktu bergulir, hingga aku mampu mengenalimu lebih dalam lagi.
Deretan kata yang indah, ku untai dan ku jadikan sebuah kisah. Kisah dimana aku menjadi peran utama di dalamnya, dan kalian adalah peran kesekian di dalamnya. Aku memang egois, aku memang naif. Hanya saja, ada makna tersirat yang kalian tidak ketahui, yang mampu mengubah posisi dan menjadikan kalian sebagai peran utama dalam kisah yang ku tulis.

Kalian, adalah sahabat. Kalian, adalah keluarga. Kalian, adalah kekasih. Dan kalian, adalah AKU !

Kita, satu dalam perbedaan. Beda dalam persatuan. Namun, tak ada tabir, tak ada jurang. Yang ada hanya tali. Yang akan mengikat, antara kau dan aku, KITA !
Aku bukan ingin dimengerti, tapi belajar untuk mengerti mu. Karena KITA tak akan ada tanpa pengertian antara KAU dan AKU.

Jalanmu, memang bukan jalanku. Tetapi, KITA beriringan. Berjalan berdampingan, bersama dalam sebuah perbedaan.

Ingatlah kawan, beda itu bukan jembatan pemisah. Tapi beda adalah jembatan penyatu. Indahnya saat kita seperti pelangi, berbeda, berdampingan, dan bersatu. 
Dan saat KITA abadi seperti pelangi, maka KALIAN telah menjadi KAMU ! abadi dalam tiap-tiap goresan tak bermaknaku.

Sabtu, 26 November 2011

Menyadari

Dalam hidup bertabur kisah
Dalam kisah terdapat pemeran
Dan dalam hidupku, ada kisahku
Dimana aku adalah pemeran utamanya
Hiruk pikuk pun terlalui
Menyongsong datangnya esok
Bersama waktu
Yang entah kapan terhenti?
Bersama terang dan gelap
Didalam kefana'an
Dengan berjuta fenomena
Mengikuti kultur yg sepertinya sudah mendarah daging 

Dimulai sejak pertama menghirup oksigen
Berakhir saat jantung tak berdetak

Berkawankan dosa-dosa
Melupakan yg Mahasatu

Ketidaksepahaman pun terjadi
Semua terbaur diotakku

Muncullah aliran ini itu
Bukankah hanya akan ada satu ?
Kenapa tidak dari awal saja kita bersatu ?

Kewajiban pun terkadang 
Bahkan sering dilupakan
Kenapa mesti ada Neraka ?
Apa Tuhan tidak Ikhlas ?

Rentetan tanya pun bercampur aduk di kepala
Tapi Tuhan memang Mahacinta
Dalam kebingunganku
Beliau selalu mengirimkan pembimbing dan penuntun

"Dimana Ada Usaha, Pasti Ada Jalan"

Aku mencintaimu ya Allah !
Izinkan aku selalu berada di dekat-Mu
Tapi, mampukah aku ?
Karena dalam hadis tertulis jelas, bahwa :
"Barang Siapa Yang Telah Mengenal Dirinya, Maka Ia Telah Mengenal Tuhan-Nya"
Sedang aku tak tahu siapa diriku?
Ajari aku mengenal diriku 
Tuntun aku !

Agar dalam hidup yang fana' ini
Tidak ada kesia-siaan yang tercatat
Dalam catatan harian malaikat yang menjagaku
Amin....

Sabtu, 16 April 2011

Untuk Temanku yang Miskin

Tidakkah kamu tahu, temanku yang miskin, bahwa kemiskinan yang menderamu justru adalah yang mengilhami kamu dengan pengetahuan tentang keadilan dan membuat kamu mampu melihat esensi kehidupan, maka kamu akan merasa cukup dengan takdir yang ditetapkan Tuhan. 

Aku katakan "pengetahuan tentang keadilan" karena dengan kekayaannya, si kaya tidak memperhatikan pengetahuan ini. Dan aku katakan "esensi kehidupan" karena yang kuat dialihkan perhatiannya dari pengetahuan karena mengejar kejayaan. Maka berbahagialah dalam keadilan, karena kamu adalah lidahnya, dan dalam kehidupan, karena kamu adalah bukunya. Bergembiralah, karena kamu suumber kebajikan bagi mereka yang dermawan kepadamu dan pemberi kebajikann kepada mereka yang menyalami tanganmu.

Jika kamu paham, temanku yang memelas, bahwa beban - beban yang telah mengalahkan dirimu adalah kekuatan yang sama yang menerangi hatimu dan meninggikan jiwamu dari lantai ejekan ke langit - langit kehormatan, maka kamu akan puas dengan keadaanmu dan akan menerima susah senangnya sebagai pendidikanmu. Kamu akan mengetahui bahwa kehidupan adalah rantai dengan kaitan - kaitan, sebagian terjalin dengan rantai - rantai lainnya, dan bahwa kesedihan adalah kait emas yang memisahkan penerimaan terhadap akibat - akibat dari masa kini dari kenikmatan atas kesenangan - kesenangan masa depan, seperti pagi yang memisahkan tidur dari bangun.

Temanku, kemiskinan membuka kemuliaan jiwamu, dan kemewahan membuka kecendrungan - kecendrungan melakukan kesalahn. kesedihan membuat emosi menjadi nikmat, sementara kesenangan mengotorinya. Karena manusia masih menggunakan kekayaan dan kesenangan sebagai sarana menuju suukses, seperti juga mereka melakukan kejahatan atas nama Kitab yang melarangnya, dan melakukan atas nama kemanusiaan apa - apa yang dilarang oleh kemanusiaan.

Seandainya kemiskinan bisa dihapus dan kesedihan dihilangkan, maka jiwa akan menjadi gulungan kertas kosong kecuali beberapa huruf yang menandakan egoisme dan kegemaran kepada kemewahan dan kata - kata yang menunjukkan nafsu duniawi. Karena aku melihat, dan menemukan ketuhanan, esensi kemanusiaan dalam umat manusia yang tidak bisa dibeli dengan emas, atau dihiasi dengan nafsu - nafsu kaum foya - foya. Aku berpikir dan melihat mereka yang kaya menjauhi ketuhanan mereka, dan menjaga kekayaan mereka dan para budak zaman membuang diri ilahiah mereka untuk mengikuti nafsu - nafsu mereka.

Teruntuk sang Pecinta

Terkadang cinta sukar untuk berbicara
Terkadang cinta malu untuk menampakkan dirinya
Terkadang cinta jarang berkata jujur
Terkadang cinta tak rela melepaskan

Cinta berkata "iya" meski perih
Cinta berkata "tidak" meski pilu
Cinta pandai memutar fakta
Cinta pandai menutupi fakta

Cinta bukan berpura-pura
Cinta bukan bermain-main

Hiruk pikuk cinta tidak dapat ku jelaskan
Seluk beluk cinta tidak dapat ku tuturkan
Sekelumit cinta pun tidak mampu ku paparkan

Cinta begitu sulit
Cinta tak terlihat, tapi dirasa
Cinta tak berbicara, tapi di dengar

Dengarkan lah, rasakanlah !
Karena cinta bukan untuk di katakan !
Karena cinta bukan untuk di tuliskan !