Makassar,
March 10th, 2011.
Tanpa kata pembuka, sudah di buka !
Ayah !
Sebuah tulisan teruntuk kalian. sebagai salam hormat anakmu yang selalu mencintai mu ! Ayah, yang mungkin saat ini sedang duduk di dipan rumah di kampung halaman, melihat langit sore. ku tahu kalau engkau lelah, Ayah ! ingin rasanya memijat punggung mu, bercerita tentang kejadian disekolah tadi, "Ayah ! tadi nilai ku bagus lho ! 80, ayah. terbaik di antara teman - teman ku !". Engkau pasti menjawab, "Alhamdulillah, belajar yang baik, nak ! kelak kau akan jadi kebanggan ayah !". Sayang, itu hanya ilusi ku ! Kau disana, aku disini. Ayah, tahu tidak ? disini yang terpikir hanya jerih payah mu. menguras keringat ! Demi aku dan adikku. Senyum itu, yah senyum itu, senyum yang selalu ku rindukan. Setiap sujudku, terbayang senyummu, Ayah !
Ayah !
Apa pantas aku disebut telah berbakti ? Apa layak aku di sebut anak keBanggaanmu ? Jawab, Ayah ! takut membuattmu kecewa. Itu motivasi ku, Ayah. Jauh darimu membuatku sadar, yang dulunya senang bermanja denganmu, kini harus MANDIRI ! akan ku buktikan, Ayah ! Saya pantas di sebut keBangaanmu !
Ayah !
Ada untaian kata yang tak mampu ku ucap langsung di depanmu ! Bukan karena gengsi, atau karena malu. Tapi karena tak mampu aku melihat AIR MATAMU, Ayah !
Untaian ucap TERIMA KASIHKU ayah, hingga menjelang usiaku 19 nanti, engkau masih berjuang untuk anakmu, anakmu yang MANJA ini. I Love You, Dady !
Beruntungnya aku punya Ayah, sosok PAHLAWAN sepertimu ! petuah, nasehat, pesan, dan amanahmu akan ku dengar, Ayah. takkan ada kata KECEWA buatmu.
Tetes keringatmu tak mampu ku balas, Ayah ! Maavkan aku, yang ku bisa hanya berbakti padamu, Ayah.
March 10th, 2011.
Tanpa kata pembuka, sudah di buka !
Ayah !
Sebuah tulisan teruntuk kalian. sebagai salam hormat anakmu yang selalu mencintai mu ! Ayah, yang mungkin saat ini sedang duduk di dipan rumah di kampung halaman, melihat langit sore. ku tahu kalau engkau lelah, Ayah ! ingin rasanya memijat punggung mu, bercerita tentang kejadian disekolah tadi, "Ayah ! tadi nilai ku bagus lho ! 80, ayah. terbaik di antara teman - teman ku !". Engkau pasti menjawab, "Alhamdulillah, belajar yang baik, nak ! kelak kau akan jadi kebanggan ayah !". Sayang, itu hanya ilusi ku ! Kau disana, aku disini. Ayah, tahu tidak ? disini yang terpikir hanya jerih payah mu. menguras keringat ! Demi aku dan adikku. Senyum itu, yah senyum itu, senyum yang selalu ku rindukan. Setiap sujudku, terbayang senyummu, Ayah !
Ayah !
Apa pantas aku disebut telah berbakti ? Apa layak aku di sebut anak keBanggaanmu ? Jawab, Ayah ! takut membuattmu kecewa. Itu motivasi ku, Ayah. Jauh darimu membuatku sadar, yang dulunya senang bermanja denganmu, kini harus MANDIRI ! akan ku buktikan, Ayah ! Saya pantas di sebut keBangaanmu !
Ayah !
Ada untaian kata yang tak mampu ku ucap langsung di depanmu ! Bukan karena gengsi, atau karena malu. Tapi karena tak mampu aku melihat AIR MATAMU, Ayah !
Untaian ucap TERIMA KASIHKU ayah, hingga menjelang usiaku 19 nanti, engkau masih berjuang untuk anakmu, anakmu yang MANJA ini. I Love You, Dady !
Beruntungnya aku punya Ayah, sosok PAHLAWAN sepertimu ! petuah, nasehat, pesan, dan amanahmu akan ku dengar, Ayah. takkan ada kata KECEWA buatmu.
Tetes keringatmu tak mampu ku balas, Ayah ! Maavkan aku, yang ku bisa hanya berbakti padamu, Ayah.
U Always In My Heart, Papa !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar